3P : Pintar Pilih Produk


Artikel ini saya kutip dari majalah bulanan internal Danamon edisi 07.2011. Semoga dapat membantu pembaca dalam merencanakan dan mengelola keuangannya.

3P : Pintar Pilih Produk

oleh Fitriavi Nuriman, Independent Financial Planner (QM Financial)

Young Investor - Getty Image

Dengan gencarnya promosi beragam bentuk investasi, kita perlu pintar dalam memilihnya. Mengapa hal tersebut menjadi sangat penting? Ini dia alasan utamanya.

Pertama, pilihan produk investasi semakin beragam. Hal positif dari kondisi ini adalah pilihan lebih banyak sehingga kita lebih mudah memilih. Hal negatifnya adalah perasaan bingung. Saking bingungnya akhirnya kita membeli semuanya.

Kedua, gencarnya informasi dan banyaknya media komunikasi saat ini, membuat para pemilik produk semakin mudah mengirimkan iklan produknya pada konsumen. Kita sebagai konsumen harus semakin kuat pendirian setiap menerima penawaran produk. Jangan mudah tergiur dengan penawarannya, cek kembali apakah memang dibutuhkan atau tidak.

Ketiga, sekarang semua sales person akan sibuk menjual produknya dan akan mengatakan bahwa produk mereka adalah yang terbaik. Wajar kalau mereka seperti itu, namanya juga sales person, punya target untuk bisa menjual sebanyak mungkin. Maka jangan salahkan mereka, karena memang itulah pekerjaannya. Kitalah yang harus semakin cerdas dan pintar dalam memilih, mana produk yang sesuai dengan kebutuhan kita. Hal itu menjadi penting karena produk yang bagus untuk orang lain belum tentu baik untuk kita ataupun sebaliknya.

Terakhir, kita adalah golongan menengah dengan penghasilan terbatas, maka anggaran investasi harus kita hitung secara cermat. Cara yang effisien dalam berinvestasi adalah  dengan membeli produk yang sesuai dengan profil investasi kita.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut agar kita semakin pintar dalam memilih investasi. maka kita perlu mengenali jenis produk keuangan/investasi pada saat ini. Berikut rangkumannya.

Produk Perbankkan

Bentuk produk perbankkan adalah tabungan dan deposito. Berikut karakteristik produk perbankkan:

  1. Dimiliki oleh Bank
  2. Berjangka waktu pendek
  3. Dijamin oleh LPS. saat ini 4 sampai 2M
  4. Kena pajak final 20%
  5. Risiko rendah
  6. Cocok untuk tujuan finansial jangka pendek < 1 tahun
  7. Asumsi return/tahun 2% – 6%
  8. Kelemahan produk ini adalah tidak mampu melawan inflasi

Produk Pasar Uang

Pasar uang adalah tempat transaksi beli dan atau jual berbagai jenis surat berharga. Investasi ini berjangka waktu pendek atau paling lama satu tahun dan diatur dengan ketentuan Bank Indonesia. Instrumen pasar uang adalah:

  1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang memiliki jangka waktu satu dan tiga bulan dan dapat dianggap risk free instrument.
  2. Deposito on Call, ini merupakan simpanan deposito dalam jangka waktu lebih pendek dari satu bulan.

 Pasar Modal

Pasar modal merupakan tempat terjadinya transaksi beli dan atau jual berbagai “efek” atau surat berharga pasar modal. Umumnya berjangka waktu menengah dan panjang atau lebih dari satu tahun dan diatur oleh BAPEPAM-LK. Instrumen pasar modal adalah:

  1. Obligasi: surat berharga jangka panjang yang bersifat  utang yang dikeluarkan oleh emiten (perusahaan atau pemerintah) kepada pemegang obligasi dengan kewajiban membayar bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok pada saat jatuh tempo kepada pemegang obligasi.
  2. Saham: bukti kepemilikan pada perusahaan.
  3. Reksadana: suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Return investasi di pasar modal sangat beragam tergantung dari instrumennya dan kelemahan dari sektor ini adalah tidak adanya jaminan dan pergerakan pasar yang fluktuatif.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana yang melakukan investasi 100% ke dalam efek pasar uang. Efek Pasar uang adalah efek utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun (SBI, deposito, obligasi dengan sisa jatuh tempo kurang dari satu tahun). Reksadana ini termasuk termasuk berisiko rendah dengan asumsi return 5% sampai dengan 7% per tahun dan cocok untuk tujuan finansial 2-5 tahun.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola dalam bentuk efek bersifat utang (pendapatan tetap), seperti obligasi dan sukuk. Reksadana ini cocok untuk tujuan finansial jangka menengah (5-10 tahun) dengan return 10% per tahun.

Reksadana Campuran

Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap sesuai prospektus. Reksadana ini cocok untuk tujuan finansial yang akan dicapai dalam waktu 10 sampai 15 tahun dengan asumsi return 15% per tahun.

Reksadana Saham

Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya dalam efek yang bersifat ekuitas. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang (> 15 Tahun) dengan asumsi return 25% per tahun.

Saham

Berinvestasi langsung dengan membeli saham (penyertaan modal) memiliki risiko paling tinggi sehingga cocol untuk tujuan finansial jangka panjang. Banyak faktor yang menentukan fluktuasi harga saham sehingga dibutuhkan kemampuan analisis fundamental maupun teknikal untuk hasil investasi yang optimal.

Emas

Emas dibeli dalam bentuk perhiasan, koin, atau logam mulia. Emas disarankan dibeli dalam bentuk logam mulia bersertifikat. Sejak 1998 hingga 2010, harga emas naik (kumulatif)  jauh di atas perubahan kumulatif inflasi. Dalam periode 2000-2010, pertumbuhan harga emas (Compounded Annual Growth Rate) adalah 15% per tahun. Emas cocok digunakan untuk alokasi dana darurat dan tujuan finansial jangka menengah.

Properti

Investasi propeti bisa dilakukan melalui pembelian tanah, rumah atau apartemen. Kelebihan investasi ini adalah dapat memberikan pendapatan rutin bila disewakan, secara fisik terlihat, dan harganya naik seiring inflasi. Tetapi tipe investasi ini tidak mudah dicairkan dan membutuhkan biaya (notaris, IMB, BPHTP, dan lain-lain). Sebagai perbandingan, tipe investasi rumah kos bisa dipasarkan dengan harga Rp 600.000-Rp 1.500.000 per bulan dan apartemen harga sewanya berkisar antara Rp.3-5 juta per bulan.

Silahkan memilih instrumen mana yang paling tepat dan sesuai kebutuhan. Hal yang paling terpenting adalah kenali dahulu produknya, pelajari dengan benar, dan ketahui risikonya (low risk low return, high risk high return). Ingat bahwa semua produk memiliki kelebihan dan kekurangan, dan semua pasti memiliki risiko. Tak mungkin dibuat risikonya menjadi nol/menghilangkan risiko. Maka yang dapat dilakukan dengan pintar pilih produk adalah diversifikasi sehingga risikonya lebih minimum.

Tentukan tujuan finansial terlebih dahulu sebelum memilih produk. Sehingga produk yang dipilih benar-benar tepat guna dan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan.

Selamat Memilih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s