Personal Financial Planner


Artikel ini saya kutip dari majalah bulanan internal Danamon edisi 07.2011. Semoga dapat membantu pembaca dalam merencanakan dan mengelola keuangannya.

Personal Financial Planner

oleh Fitriavi Nuriman, Independent Financial Planner (QM Financial)

Perasaan apa yang melintas di benak kita ketika uang ada dalam “gengaman”? mungkin hal yang pertama adalah perasaan senang karena kita memiliki cukup dana untuk menggapai mimpi. Kedua, kita akan bertanya “akan digunakan untuk apa uang tersebut?” Hal berikutnya adalah kita akan berhadapan dengan godaan melakukan kebiasaan tidak sehat bagi kondisi keuangan kita. Ketika “perang” batin tersebut tak dapat diselesaikan, maka ada baiknya kita mulai berkenalan dengan personal financial planner.

Sebelum mendalami mengenai apa dan mengapa kita perlu memiliki seseorang pengelola keuangan pribadi (personal financial planner), mari kita simak beberapa kalimat di bawah ini terlebih dahulu.

“Memiliki pengelola keuangan pribadi? Duh sok kaya banget! Pasti hanya orang-orang kaya saja yang bisa memilikinya.”

“personal financial planner? apa itu?”

” Hah, apa yang bisa di-plan? Saldo di rekening aja tipis, setiap bulan gaji hanya numpang lewat. Don’t dream to high!”

“Wah, tidak usah terlalu sibuk. Semua dibuat sudah sesuai dengan rencana-Nya. Pasrah diri serta berdoa pada yang di ‘atas’ saja. Insya Allah rezeki pasti lancar.”

“Nanti saja kalau umur sudah mendekati kepala 4, baru mulai berpikir serius dan membuat financial plan. Sekarang masih muda, its time to enjoy ourlife!”

Apakah pernyataan di atas terdengar familiar? bagi sebagian besar orang, perencanaan keuangan dan memiliki seorang pengelola keuangan pribadi dirasa tidak terlalu penting atau terlalu mahal. Hal ini bisa jadi yang menyebabkan opsi untuk memberdayakan mereka tidak pernah dipikirkan secara serius. Semua pernyataan di atas sebenarnya kurang tepat. Mari kita lihat penjelasan mengenai perencanaan keuangan dan fungsi seorang pengelola keuangan pribadi.

Perencanaan Keuangan

Perencanaan keuangan adalah pemetaan seluruh keuangan pribadi kita. Hal yang dipantau meliputi data arus kas bulanan, arus kas tahunan, dan neraca aset-hutang. Kemudian dilanjutkan dengan pemetaan mimpi yang diubah menjadi angka, karena angka tidak akan bohong.

Perencana Keuangan

Financial Planner

Financial Plan is for Everyone

Buang jauh-jauh bahwa perencanaan keuangan adalah untuk si kaya. Perencanaan keuangan adalah untuk semua orang yang memiliki niat untuk berubah. Niat menjadi faktor utama dalam pembuatan rencana keuangan, bukan pada jumlah uangnya. Karena definisi ‘uang banyak’ akan selalu berubah tiap zamannya. Saat ini, kita mungkin merasa uang yang dimiliki belum banyak, tapi sejalan dengan waktu maka pendapatan bertambah, gaya hidup berubah, sedangkan sisa di tabungan tidak pernah bertambah. oleh karenanya, pada akhirnya kita akan selalu merasa bahwa uang yang dimiliki belum banyak.

Syukuri uang yang kita miliki sekarang, itulah rezeki yang telah diberikan oleh Tuhan. Salah satu cara untuk mensyukuri rezeki adalah dengan mengelolanya dengan bijaksana. Pengaturan keuangan adalah dasar dari perencanaan keuangan. Banyak yang menganggap pengaturan arus kas adalah hal yang sepele, namun sebenarnya inilah hal yang mendasar. Apabila arus kas bulanan saja berantakan dan tidak pernah ada sisa setiap bulannya maka perjalanan menuju perencanaan keuangan dan mewujudkan mimpi masih panjang. Mari kita mulai dengan niat untuk berubah dan perbaiki kondisi arus kas bulanan. Perlahan namun pasti, setelah perbaikan dilakukan maka kita sedang berada dalam tahap menuju perencanaan keuangan yang lebih baik.

Start Now! The Sooner The Better!

Jika perencanaan keuangan semakin cepat dimulai maka prosesnya akan lebih ringan serta hasilnya akan lebih baik. Maka jangan tunda terlalu lama.

Sebagai ilustrasi, berikut adalah perhitungan dana pensiun. Asumsi yang digunakan adalah inflasi per tahun sebesar 10%, Average return Investasi per tahun 25%, usia pensiun adalah 55 tahun, life expectancy 75 tahun, biaya hidup saat ini Rp. 3.000.000/bulan. Maka, mulai di usia 25 tahun = kebutuhan total dana pensiun Rp. 10 miliar. Investasi bulanan yang diperlukan adalah Rp. 128.000/bulan.

Mulai usia 45 tahun = kebutuhan total dana pensiun Rp. 1,5 miliar. Investasi bulanan yang diperlukan adalah Rp. 2,9 juta/bulan.

Melihat ilustrasi tersebut, apakah kita masih mau menunda? ingat, angka tidak akan berbohong Rp. 128.000 vs Rp. 2.900.000!

Rencana Keuangan Keluarga

Pengelola Keuangan Pribadi

Fungsi pengelola keuangan pribadi adalah membantu kita untuk memetakan keuangan pribadi; mengecek rasio keuangan; menghitung mimpi dan mengubahnya menjadi angka; mengatur skala prioritas tujuan finansial klien; membantu merekomendasikan produk keuangan/investasi/asuransi; menjadi teman berbagi dalam cerita keuangan; serta mengingatkan dan mengontrol agar rencana keuangan yang dibuat benar-benar kita jalankan.

Sebenarnya, bagi yang merasa dapat melakukannya sendiri, silahkan saja karena kembali lagi ke hal yang terpenting dalam perencanaan keuangan adalah niat. Setiap orang bisa membuat perencanaan keuangannya sendiri selama ada niat untuk memulai, belajar dan mempraktikannya. Namun kasus yang sering terjadi adalah rencana keuangan yang jalan di tempat karena alasan malas atau sibuk bekerja.

Ibarat seorang personal trainer, kita sudah mengerti teori untuk bisa memiliki tubuh ideal, tapi pada saat praktik sering kali malah berantakan. Ini terjadi karena tidak ada yang menjadi polisi atau yang mengingatkan pada saat kita keluar jalur.

Begitu pun dengan perencanaan keuangan, teorinya mungkin untuk sebagian orang sudah dapat dimengerti. Namun pada praktiknya, sulit untuk bisa berjalan dan kemudian berhasil. Sementara teori tanpa praktik tidak akan membuahkan apa-apa.

Seorang perencana keuangan adalah pihak ketiga yang dapat memberikan pandangan obyektif terhadap kondisi keuangan klien. Sering kali, kita menjadi sangat subyektif terhadap uang yang kita miliki sendiri karena kita memiliki perasaan dan ikatan yang kuat dengannya. Praktik atas rencana keuangan yang telah ditetapkan di awal sering keluar jalur karena diri kita sendiri yang melakukan sabotase. Oleh karenanya, ikuti 10 langkah Rencana Aksi Keuangan di bawah ini.

10 Langkah Rencana Aksi Keuangan

Berikut ini adalah 10 langkah rencana aksi keuangan yang dikutip dari buku Indonesia yang Kuat karya Ligwina Hananto.

  1. Memiliki penghasilan
  2. Memisahkan pengeluaran bulanan dengan pengeluaran mingguan
  3. Utang kartu kredit lunas tiap bulan
  4. Punya rencana keuangan sederhana buatan sendiri
  5. Punya dana darurat
  6. Mampu beramal minimal 2,5% per bulan
  7. Mampu berlibur tanpa berutang
  8. Mampu menyisihkan 10% dari penghasilan bulanan untuk ditabung
  9. Mengerti tentang apa reksadana dan fungsinya dalam rencana keuangan
  10. Mengerti fungsi asuransi dalam rencana keuangan.

Masih terdapat 90 langkah lagi setelah ini. Namun yang terpenting adalah bulatkan tekad dan niat, segera lakukan sesuatu, serta buat perubahan pada kondisi keuangan kita. Karena kita sendirilah yang akan menikmati hasilnya nanti.

Sumber : Danamon Monthly Internal Bulletin edisi 07.2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s